Langsung ke konten utama

Malam Negeri Dongeng



Malam Negeri Dongeng
Karya: Eki Putranto Wibowo

Mentari tergelincir ke ufuk barat
Sinar senja meredup kelam memanjat
Malam kelam tiba
Secangkir kopi menemaniku bersua
Kepulan asap menerpa wajahku
Piring-piring dan botol-botol dewa bergeletakkan di hadapanku
Kupetik senar gitar
Jemariku menari tak benar
Kutonton gambar bergerak
Hah … ternyata hanya dongengan para penjahat negeri tak berotak
Negeri ini negeri dongeng, sayang
Negeri kancil yang terbuang
Kualihkan pandangan pada dedaunan yang melambai
Dan jemariku tetap menari, amboi

28 Oktober 2014

Komentar

  1. blognya bagus, tetapi tata letak gambar masih kurang rapi sehingga saya melihatnya masih membingungkan.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pramoedya Ananta Toer

      Puisi Pramoedya Ananta Toer PUISI UNTUK AYAH Tidak, Bapak, aku tak akan kembali ke kampung. Aku mau pergi yang jauh (Gadis Pantai. hal. 269) Sebenarnya, aku ingin kembali, Ayah Pulang ke teduh matamu Berenang di kolam yang kau beri nama rindu Aku, ingin kembali Pulang menghitung buah mangga yang ranum di halaman Memetik tomat di belakang rumah nenek. Tapi jalanan yang jauh, cita-cita yang panjang tak mengizinkanku, Mereka selalu mengetuk daun pintu saat aku tertidur Menggaruk-garuk bantal saat aku bermimpi Aku ingin kembali ke rumah, Ayah Tapi nasib memanggilku Seekor kuda sembrani datang, menculikku dari alam mimpi Membawaku terbang melintasi waktu dan dimensi kata-kata Aku menyebut pulang, tapi ia selalu menolaknya Aku menyebut rumah, tapi ia bilang tak pernah ada rumah Aku sebut kampung halaman, ia bilang kampung halaman tak pernah ada Maka aku menungganginya Maka aku menungganginya Menyusuri hutan-hutan jati Melihat rumput-rum...

SAMINISME

                 

Media Menulis Teks Negosiasi